Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-10 23:59:18【Resep Pembaca】277 orang sudah membaca
PerkenalanWali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan SLHS kepada perwakilan SPPG yang telah lolos prose

...Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut guna menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG.
“Pemkot Kupang akan terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG serta memastikan ngak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis dari Dinas Kesehatan,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa.
Ia mengangakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini di Kota Kupang.
“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tapi membangun masa depan generasi penerus bangsa mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” katanya.
Christian menekankan pentingnya penerapan aspek kebersihan dan keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
Para pengelola dapur MBG, lanjut dia, harus memperhatikan hal-hal detail, seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, menjelaskan penyerahan SLHS bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekaligus menjamin keamanan pangan melalui penerapan standar higiene sanitasi.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyangakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sedangkan 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sedangkan pemeriksaan kimia masih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Baca juga: 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Suka(45988)
Sebelumnya: Pemprov Jateng: MBG telah sasar 6,3 juta penerima manfaat
Selanjutnya: Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke
Artikel Terkait
- IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik
- Rendang, alasan HYDE balik lagi untuk konser di Jakarta!
- BGN sosialisasikan revisi penerima MBG
- BLACKPINK puji antusiasme penggemar Indonesia
- HMI: MBG bisa hadirkan generasi sehat dan berdaulat
- Ratusan siswa SMK Kandeman Batang keracunan makan program MBG
- Perempuan salah satu pilar keberhasilan Program MBG
- Atasi gejala angin duduk dengan tepat: Pertolongan dan pencegahannya
- Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia
- BI bangun tugu uang rupiah tiga dimensi di Bali
Resep Populer
Rekomendasi

Kementerian HAM pastikan pemulihan korban ledakan di SMAN 72 Jakarta

Ros BLACKPINK makan nasi goreng sebelum tampil solo

Sukseskan MBG, Kementerian PANRB perkuat kelembagaan BGN

Gubernur Jateng minta Festival Mangga Pemalang jadi kegiatan tahunan

BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam

Segera Hadir, Terobosan Pengukuran Warna: HunterLab Agera L2

Kareg SPPG Kepri catat delapan dapur MBG telah kantongi SLHS

Kolaborasi kuliner Indonesia